Mahkamah Agung : ‘Kendaraan Hilang ditanggung pemilik’ Tidak Berlaku !!

Gedung Mahkamah Agung

Masyarakat sering kali mati kutu saat kendaraannya hilang dan meminta ganti rugi kepada pengelola parkir. Sebab pengelola selalu berdalih ‘kendaraan hilang/rusak ditanggung pemilik’. Tapi benarkah aturan pengelola ini mengikat?

Dikutip dari detik.com Berdasarkan berkas kasasi yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Selasa (7/8/2012), Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) menyatakan aturan tersebut tidak berlaku. Putusan ini dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Jakarta dan Mahkamah Agung (MA). Putusan PN Jakut ini terkait kendaraan Imelda Wijaya yang hilang di parkiran, padahal baru ditinggal selama 5 menit.
“Menyatakan secara hukum, klausul bahwa yang menyatakan pengelola parkir tidak bertanggung jawab atas kehilangan kendaraan milik Nyonya Imelda Wijaya sebagaimana tercantum dalam Kartu/Struk Tanda Parkir PM002/DWR/Mobil/Casual No.0.39936 dengan Nomor Polisi B 8328 TH adalah batal demi hukum,” perintah majelis hakim PN Jakut yang diputus pada 21 Juli 2003 silam.

Putusan ini dikuatkan Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta pada 18 Agustus 2004. Di tingkat kasasi, MA pun menguatkan putusan tersebut dan mengamini semua pertimbangan PN Jakut.

“Putusan PN Jakut tidak melanggar hukum pembuktian karena di persidangan sudah dibuktikan atas dasar-dasar fakta hukum yang terungkap di persidangan,” kata ketua majelis hakim, Iskandar Kamil, dalam putusan yang diketok pada 14 Februari 2007.

“Putusan PN Jakut tidak bertentangan dengan UU dan hukum. Putusan PN Jakut sudah tepat dan benar,” sambung 2 majelis hakim lainnya, Djoko Sarwoko dan Moegihardjo.

Gugatan tersebut bermula saat Imelda memarkir Isuzu Panther bernopol B 8328 TH di Plasa Mandiri, Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 13 Juli 2003. Dia memasuki area parkir pukul 07.41 WIB. Baru 5 menit ditinggal, mobilnya raib. Selidik punya selidik, mobilnya telah diambil oleh orang tidak dikenal tanpa menggunakan karcis parkir.

Pada 21 Juli 2003, PN Jakut mengabulkan permohonan Imelda dan menjatuhkan hukuman Rp 26 juta kepada pengelola parkir untuk mengganti barang milik Imelda yang ada di dalam mobil. Putusan ini dikuatkan PT Jakarta pada 18 Agustus 2004.

MA juga menguatkan putusan tersebut pada 14 Februari 2007. Sayangnya, setelah 5 tahun berlalu, Imelda tidak pernah tahu kemenangannya tersebut.

This entry was posted in Info, News and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s